
Presiden Indonesia, Prabowo Subianto menyatakan kapal induk pertama Indonesia dari Itali akan menyertai armada Tentera Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dan kemampuan kapal tersebut juga akan dimanfaatkan untuk menangani bencana.
“Alhamdulillah sebentar lagi kapal induk dari Itali akan masuk ke jajaran Angkatan Laut kita. Itu kita akan perbaharui semula, kita ubah untuk menjadi kapal induk helikopter dan untuk dron,” kata Prabowo dalam mesyuarat menangani bencana di Istana Merdeka, Jakarta pada Isnin.
Ujar Prabowo, kapal induk tersebut mampu membawa helikopter ukuran menengah atau medium sebanyak 10 unit.
“Helikopter yang dapat diangkut adalah sejenis Black Hawk dan Mi-17 yang rata-rata bisa mengangkut empat hingga lima tan air untuk menangani bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Jadi kalau kita punya 10 helikopter bisa segera merapat ke titik api yang terbanyak. Ini juga akan sangat membantu respons kita,” jelasnya.
Di samping itu, beliau juga menjelaskan akan menempatkan banyak pesawat bagi modifikasi cuaca dengan meminta Agensi Kajian dan Inovasi Nasional (BRIN) mengkaji zat paling efisien untuk mempercepat modifikasi cuaca.
Selain menempatkan pesawat, Prabowo juga meminta penyediaan dron yang boleh menyemburkan air.
“Ada dron yang cukup besar ya, sampai bisa mengangkut dan menyembur 50 kilo air. Kalau 50 kilo air, 10 dron sama dengan satu helikopter. Oh tidak, tidak, 50 kali 10 baru 500, setengah tan ya.
“Tapi pada masa hadapan kita melakukan persiapan awal jangan menunggu kejadian. Jauh sebelumnya harus kita siapkan,” tambahnya.






























